Prosiding Vennas X Denpasar

Konvensi Nasional X AIHII berlangsung pada tanggal 22 – 25 Oktober 2019, bertempat di Udayana International Convention Center, Kampus Universitas Udayana, Jimbaran, Bali. Sebanyak 179 peserta dari 56 perguruan tinggi menghadiri pertemuan tahunan komunitas hubungan internasional seluruh Indonesia ini.

Sebanyak 124 abstrak telah diterima oleh panitia pelaksana. Setelah melalui proses review, sebanyak 121 abstrak memenuhi syarat, dan 83 presenter yang hadir mempresentasikan gagasannya.

Sidang Akademik terbagi dalam empat kluster utama, yaitu Pariwisata dan Soft Power (14 abstrak), Agama, Identitas, dan Hubungan Internasional (12 abstrak), Globalisasi, Interdependensi dan Konflik (10 abstrak), dan Komunitas Epistemik (47 abstrak).

Dari seluruh presenter, sebanyak 33 paper melewati proses review dan tersaji pada prosiding.

Setiap paper dalam prosiding ini dilengkapi QR Code untuk mengakses langsung ke laman abstrak dan download.

Download Setiap Bagian

Klik pada judul paper di kolom “Judul” untuk melihat abstrak dan mendownload full paper. (Jika ada kendala download paper, hubungi e-mail: aihiiofficial@gmail.com atau WA 08124150180) 

Hal Penulis (Universitas) Judul
Pariwisata dan Soft Power
1 – 10 Halifa Haqqi, (Universitas Slamet Riyadi Surakarta) Festival Budaya Solo sebagai Counter Hegemony di Era Globalisasi
13 – 21 Syahrul Awal (Universitas Budi Luhur) Melestarikan Kearifan Lokal Guna Memajukan Pariwisata di Era Globalisasi
23 – 39 Sintia Catur Sutantri (International Women University) Pencak Malioboro Festival Sebagai Soft Power dalam Promosi Pariwisata di Yogyakarta
41 – 51 Surwandono, Dolli Harahap, Sidik Jatmika (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Wisata Halal dan Stimulasi Pembangunan Supra-Struktur dan Infra Struktur Pendukung Pariwisata di Riau
53 – 65 Putu Ratih Kumala Dewi (Universitas Udayana) Soft Power with Flavor: Boba Tea as Taiwan’s Soft Power Tool to Enhance Nation Branding
Agama, Identitas dan Hubungan Internasional
67 – 75 Zulkifli Harza, Bima Jon Nanda, Rifki Dermawan (Universitas Andalas) Indonesia di Jepang Menata Ulang Ke-Bangsa-an Indonesia Melalui Perspektif Pengalaman Diaspora
77 – 86 Harryanto Aryodiguno (Presiden University) Republik Rakyat China dari Perspektif Identitas Ke-Tionghoa-an Indonesia
87 – 97 Sofia Trisni, Ferdian, Hidayat Syah (Universitas Andalas) Aplikasi Kecintaan terhadap Budaya Populer Korea : Sebuah Tinjauan terhadap Fenomena Korean wave di kota Padang
Globalisasi, Interdependensi, dan Konflik
99 – 111 Elistania, Yusran, Nabil Ahamad Fauzi, Afri Asnelly (Universitas Budi Luhur) Peran Pemuda dalam Melestarikan Kearifan Lokal untuk Kelestarian Lingkungan Pada Era Globalisasi
113 – 131 Yusnarida Eka Nizmi (Universitas Riau) Globalisasi dan Kompleksitas Industrial Park bagi Batam
133 – 144 Umi Oktyari Retnaningsih (Universitas Riau) Imperialisme Melalui Disinformasi Makanan Sehat di Amerika: Studi Kasus Columbus
145 – 161 Diah Ayu Permatasari (Universitas Bhayangkara Jakarta Raya), Noam Lazuardy (National University of Management, Cambodia) Kerja sama Multilateral dalam Dalam perwujudan Energi Berkelanjutan melalui Perilaku Masyarakat
Komunitas Epistemik Masyarakat Transnasional dan Isu Non Tradisional
163 – 177 Yessi Olivia (Universitas Riau) Hak Asasi Manusia Indonesia Setelah Reformasi: Kasus Gagalnya Ratifikasi Statuta Roma untuk Pengadilan Kriminal Internasional
179 – 196 Tatok Djoko Sudiarto, Asriana Issa Sofia (Universitas Paramadina) Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Berbasis Pendekatan Identitas Lokal Masyarakat Terpapar Bencana
197 – 209 Hizra Marisa, Andree (Universitas Abdurrab) Analisa Implementasi Smart City Madani Pemerintah Kota Pekanbaru Dalam Upaya Sinergitas Program Asean Smart Cities Network (ASCN) 2030
211 – 227 Ibnu Zulian, Stivani Ismawira Sinambela (Universitas Potensi Utama) Analisis Kontribusi dan Hambatan Kerjasama Sister City antara Pemerintah Kota Medan dan Rostov on Don (Rusia)
229 – 247 Asep Saipudin, Sri Muryantini, Herra Dwi Maghfiroh (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta) Internalisasi Rejim Pembangunan Berkelanjutan Melalui Kebijakan Green Industry Era Pemerintahan Joko Widodo
Komunitas Epistemik Kajian Eropa
249 – 259 Ali  Muhammad (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Status Rusia Sebagai Great Power: Politik Luar Negeri Rusia Era Presiden Vladirmir Putin
261 – 270 Mutia Hariati Hussin (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Eropanisasi di Uni Eropa
Komunitas Epistemik Kajian Keamanan Internasional
271 – 287 Andrea Abdul Rahman Azzqy (Universitas Budi Luhur) Pembangunan Tarakan Sebagai Pangkalan Aju Militer di Wilayah Kalimantan Utara
289 – 300 Nadya Ayu Arminta, Irmawan Effendi (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta) Kepentingan Nasional Korea Utara di KTT Antar-Korea 2018
301 – 314 Anggun Puspitasari (Universitas Budi Luhur) Penguatan Enmeshment Strategy Indonesia dalam IORA (Indian Ocean Rim Association) Menuju Integrasi Institusi Pengamanan Maritim Regional di Kawasan Samudra Hindia
315 – 323 Sugeng Riyanto (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Sistem Senjata Otonom dan Problem Legalitas
325 – 338 Sugito (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Kegagalan Pendekatan Hybrid Peace dalam Misi Reformasi Sektor Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Leste Tahun 1999-2006
Komunitas Epistemik Kajian Perbatasan
339 – 351 Rendy Prayuda (Universitas Islam Riau) Ancaman Keamanan Non Tradisional di Wilayah Perbatasan: Sebuah Tinjauan Terhadap Riau dan Malaka
353 – 373 Iva Rachmawati (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta) Komunitas Epistemik dalam Isu Perbatasan Indonesia Malaysia: Camar Bulan dan Tanjung Datu
Komunitas Epistemik Kajian Timur Tengah
375 – 394 Sidik Jatmika (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Saudi’s Opening Policy for Women Rights: Considerations and Prospects
Komunitas Epistemik Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi Kontemporer
395 – 404 Ishaq Rahman (Universitas Hasanuddin), Claudia Conchita Renyoet (Universitas Cenderawasih) Peranan Pemerintah Kota Makassar dan Jayapura sebagai Sub-state Actors Dalam Diplomasi
405 – 415 Afrizal (Universitas Riau) Politik Luar Negeri Indonesia Era Joko Widodo Dalam Isu Lingkungan Global
Komunitas Epistemik Asosiasi Studi Islam dan Hubungan Internasional
417 – 427 Ali Musa Harahap, Fadhlan Nur Hakiem, Akbar Kurniadi (Universitas Darussalam Gontor) The Vulnerability of Muslim States: First Acquaintance
429 – 440 Siti Muslikhati (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Pandangan Islam Terhadap Liberalisasi Budaya: Titik Tengah Diskursus Kemajemukan dan Persatuan
Komunitas Epistemik Kajian Asia Timur dan Pasifik
441 – 451 Nuriyeni K. Bintarsari (Universitas Jenderal Soedirman) Sovereignty and the Right of Citizenship: The Case Study of the Rohingya Ethnics in Myanmar
453 – 464 Uni Wahyuni Sagena (Universitas Mulawarman), Ishaq Rahman (Universitas Hasanuddin) Continuity and Change dalam Politik Luar Negeri Jepang Terhadap Asia Tenggara Paska Doktrin Abe