Kepengurusan AIHII 2013

Kepengurusan AIHII 2013

Sejak tahun 2007, negara-negara di kawasan Asia Tenggara telah menegaskan komitmennya untuk memperkuat demokrasi, good governance, dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Tekad itu dinyatakan dalam The ASEAN Charter yang ditandatangani para pemimpin ASEAN di Singapura tahun 2007.ASEAN mempunyai peranan yang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan ekonomi, sosial, hukum dan lainnya bagi masyarakat ASEAN melalui kehidupan yang demokratis dan menghargai hak asasi manusia dalam berbagai bentuknya. Peranan yang strategis itu haruslah diusahakan secara bersama diantara negara ASEAN sehingga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat ASEAN.Melalui Piagam ASEAN, demokrasi memang telah dijadikan sebagai tujuan bersama untuk mewujudkan komuitas ASEAN pada 2015. Namun, harus diakui secara de facto demokrasi belum diimplementasikan secara utuh oleh sebagian besar negara anggota ASEAN.Dari sisi ide, tidak ada persoalan sama sekali. Semua negara ASEAN menerima demokrasi dan juga menyebut dirinya sudah atau menuju menjadi negara demokrasi. Namun, dalam tataran praksis demokrasi di ASEAN memang masih jauh dari bentuk idealnya. Sebagian besar dari Negara-negara ASEAN masih dihantui gejolak politik dan sikap anti-demokrasi. Kudeta militer terhadap pemerintahan demokratis Thailand pimpinan Perdana Menteri Thaksin Sinawatra pada 2006 merupakan contoh dari hal itu. Kudeta ini menjadi fenomena karena didukung kelompok sipil yang beroposisi terhadap pemerintahan Thaksin Shinawatra. Apalagi dalam soal Myanmar yang terus menjadi ‘masalah’ bagi ASEAN, meski pemerintahan junta di negara itu pun sudah menyampaikan suatu peta jalan menuju demokrasi.

Meskipun demikian, patut diapresiasi dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi perkembangan cukup menggembirakan dalam kehidupan demokrasi di kawasan Asia Tenggara. Berbagai aspirasi terhadap kehidupan demokrasi yang lebih baik semakin lantang disuarakan. Selama dua tahun terakhir kelompok “Bersih 2.0” menunjukkan eksistensi sebagai kekuatan penekan dalam menuntut pelaksanaan pemilu bersih dan adil di negeri jiran Malaysia. Kebebasan berpendapat juga sudah mulai muncul di Singapura meskipun secara perlahan-lahan.Kemudian pelaksanaan pemilu demokratis di Myanmar bulan April lalu seakan menjadi puncak dari aspirasi terhadap kehidupan demokrasi yang lebih baik.

Berangkat dari dinamika tersebut, pertautan demokrasi sebagai sebuah cita menjadi suatu yang tidak terelakkan dalam bangunan arsitektur kerjasama regional kawasan ini. Piagam ASEAN yang digadang-gadangkan sebagai tahapan lebih lanjut dari integrasi kawasan telah mentransformasikan ASEAN dari konsesus menjadi ruled-based organization, dengan demikian ASEAN menjadi lebih signifikan bagi arah kerjasama kawasan ke depan. Walaupun demikian , tataran praksis dari bangunan demokrasi di kawasan ini, seyogyanya tidak melupakan artefak kedaulatan masing-masing anggota, di sisi lain juga harus memberikan ruang dan apresiasi bagi kearifan lokal yang tidak melulu bertentangan dengan nilai-nilai universal demokrasi itu sendiri. Kondisi ini, masih menjadi pekerjaan yang cukup panjang dan tidak sederhana bagi ASEAN.

AIHII sebagai wadah pengembangan keilmuan HI di Indonesia, memiliki peluang dan peran yang cukup penting dalam isu demokrasi dan arsitektur regional Asia Tenggara. Dengan lebih banyak menghadirkan partisipan dari berbagai kalangan, baik praktisi maupun ahli, dalam dan luar negeri, Melalui Konvensi dan Seminar Internasional AIHII ke empat ini. Diharapkan gagasan, ide dan pemikiran bermunculan sehingga bisa memperkuat diskursus maupun praksis arsitektur kawasan Asia Tenggara dalam bingkai yang lebih demokratis dan people to people oriented.

BENTUK KEGIATAN

1. Pertemuan Akademik
a. Seminar Pembuka (Key note speech)
b. Panel Diskusi Ilmiah

i. Panel Diskusi Dalam Lingkup ASEAN
1. Dimensi Politik Kawasan ASEAN:Nasionalisme, Konflik dan Kerjasama
2. Dimensi Ekonomi Kawasan: Industrialisasi, Investasi, Struktur Ekonomi serta Regional Chain Production.
3. Isu Sosial dan Budaya ASEAN: Permasalahan Budaya Lokal, Isu Gender, Dimensi Hukum Nasional dan Kawasan

4. Demokrasi dan Perkembangannya di ASEAN
5. Konstruksi Identitas dan Kolektivitas ASEAN
6. Diplomasi ASEAN: Intra dan Ekstra Kawasan
7. Keamanan dan militer di ASEAN

ii. Panel Diskusi Dalam Lingkup Global
1. Tinjauan Pencapaian Asia Pacific Economic Cooperation (APEC)
2. Akhir dan Kelanjutan Program Millenium Development Goals (MDGs) 2015
3. Krisis dan Pemulihan Ekonomi Global
4. Stabilitas keamanan Internasional

iii. Panel Diskusi Perkembangan Teoritisasi
1. Pemetaan studi HI di Indonesia
2. Perkembangan keilmuan HI Kontemporer

2. Pertemuan Organisasi AIHII:
a. Sidang Paripurna
b. Sidang Pleno

c. Sidang Komisi

3. Side Events
Agenda sampingan merupakan wadah bagi scholars HI yang tertarik dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran, kerjasama riset, publikasi, workshop dan lain sebagainya. Pada konvensi AIHII IV ini ada dua side events yang bisa diikuti oleh peserta:
a. Forum ASEAN Research Center
b. Forum Malindo Research Center

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Penyelenggaraan Konvensi Nasional IV AIHII akan dilaksanakan pada

Hari/Tanggal : Selasa s/d Kamis
Tanggal : 15 s/d 17 Oktober 2013
Tempat Kegiatan : Kampus Universitas Andalas, Limau Manis, Padang